BPBD Sulbar Siapkan Langkah Strategis Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

BPBD Sulbar Siapkan Langkah Strategis Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Mamuju — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan. Potensi bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang berisiko terjadi di berbagai wilayah Sulbar.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, di Mamuju, Kamis, mengatakan bahwa langkah antisipasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.8/93333/SQWJ tanggal 18 November 2025 tentang Kesiapsiagaan Akun Demo Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi.

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Sulbar,” ujarnya.

Instruksi Mendagri Jadi Dasar Penguatan Mitigasi

Dalam surat edaran tersebut, Mendagri menekankan pentingnya peningkatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan koordinasi lintas sektor. Yasir menyebut hal itu menjadi dasar penting bagi daerah untuk mengambil langkah antisipatif secara terukur dan terpadu.

“Surat edaran ini memperkuat komitmen daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan dampaknya,” kata Yasir.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

BPBD Sulbar segera menindaklanjuti arahan Mendagri dengan menjalin koordinasi intensif bersama BPBD kabupaten, organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami akan memastikan seluruh perangkat siaga dan penyiapan posko siaga darurat dilakukan sesuai standar,” tegasnya.

Yasir menambahkan bahwa seluruh langkah tersebut sejalan dengan instruksi Gubernur Sulbar yang meminta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan.

“Kami memastikan seluruh unsur di daerah siap menghadapi potensi risiko yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Penguatan Sistem Peringatan Dini dan Aktivasi Posko

BPBD Sulbar tengah memperkuat sistem peringatan dini serta meningkatkan pemantauan cuaca melalui kerja sama dengan BMKG. Aktivasi posko siaga darurat juga menjadi prioritas, termasuk pemeriksaan sarana dan peralatan pendukung penanganan bencana.

Langkah strategis lainnya meliputi:

  • Koordinasi lintas sektor untuk kesiapan evakuasi,
  • Penanganan darurat dan pendataan wilayah rawan,
  • Sosialisasi kewaspadaan kepada masyarakat, terutama di lokasi rawan banjir, longsor, dan angin kencang.

Pembentukan Posko Terpadu dan Simulasi Kesiapsiagaan

BPBD Sulbar juga akan membentuk tim posko terpadu siaga darurat mengantisipasi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Selain itu, akan dilaksanakan apel kesiapsiagaan, simulasi bencana, gelar pasukan, serta pengecekan peralatan pendukung.

“Intensitas cuaca ekstrem di akhir tahun perlu direspons dengan langkah antisipatif dan terkoordinasi. Kami memastikan seluruh personel, peralatan, serta sistem komando berada pada kondisi siap operasional,” kata Yasir.

Dengan serangkaian langkah tersebut, BPBD Sulbar berharap risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga di tengah peningkatan potensi cuaca ekstrem.

Sumber: https://ausbets.com.au/brisbane-roar-v-sydney-fc-round-2-a-league-tips/